Monday, November 2, 2015

Perjalanan ke Situ Lembang Bandung

Perjalanan ke Situ Lembang Bandung. Kesegaran yang barusan dirasa mendadak saja pupus. Bagaimanakah tak, satu tangga tanah yang cuma dibatasi oleh bilah-bilah bambu juga sebagai pijakan terpampang di depan mata. Nanjak pisan! Inilah ‘tanjakan neraka’ yang tadi sudah dijelaskan. Beragam pesepeda segera terbuktigul sepedanya, beragam mendorongnya termasuk sosok itu, dan beragam lagi menyerah lantas meminta tolong warga setempat untuk terbuktigulnya. Cukup jauh dan buat ngos-ngosan. Selesai napas lega dengan beristirahat, trek selanjutnya yaitu jalan setapak diantara rimba, sampai pada akhirnya tiba di Pintu Angin. Pada awal mulanya sosok itu pernah jatuh karena jalan yang alami penurunan untuk hindari akar. Sepedaan bila tidak jatuh itu tidak afdhol.

Dari sini, sebenarnya ada jalur mutlak berbentuk makadam yang bahkan juga bisa dilewati mobil/truk untuk menuju Situ Lembang, cuma saja tidak lebih sensasinya. Bersepeda pasti saja harus berikan petualangan lebih. Pada akhirnya sosok itu diarahkan untuk masuk Rimba Pinus di samping kanan. Benar saja, sensasinya menarik. Jalur setapak dengan panorama eksotis khas rimba, nada gemerisik angin di sela dedaunan, dan terkadang nada spesifik yang tuturnya ‘bagong‘ atau babi rimba. Belum jalurnya yang di beberapa tempat tertutupi oleh daun pinus yang gugur. Terlihat kuat namun sebenarnya gembur. Sosok itu harus waspada karena meleng sedikit sudah segera terjerumus. Treknya tidak datar, namun terkadang nanjak dan terkadang alami penurunan. Mengasyikkan dan makin meningkatkan adrenalin. Dianya pernah jatuh mencium tanah karena bannya tersangkut akar pohon. Untung tidak ada yang melihat hehehe. Bergambar sembari sepedaan sendiri ditempat ini sangat membikin hati jadi mekar berkali lipat.

Senang menyusuri rimba, sosok itu kembali menjumpai jalan paling utama. Cukup lah jarak 2-3 km didalam rimba. Selesai meniti jarak 1 km bekasnya, hinggalah dianya di Situ Lembang. Yeay! Kemenangan yang menarik! Fantastis! Jalur sejauh 12, 75 km dari Vila Merah berhasil diberakhirkan dengan saat 3 jam tidak lebih. Kecepatan rata-rata yaitu sekira 5 km/jam. Sosok itu hingga teringat pertama kalinya ke Situ Lembang dan belum ditutup untuk umum. Waktu itu th. 2007. Panorama disana mengingatkan dianya pada setting film ‘Lord of The Ring’. Seolah-olah dari dalam rimba lebat di seberang situ, bakal keluar Dinosaurus #waduh. Inilah Situ Lembang, sertaau buatan yang di buat pada zaman kolonial Belanda awal era ke-20, cocoknya pada th. 1912. Dikelilingi oleh pegunungan yang terdapat pada ketinggian 1. 567 mdpl, situ atau sertaau ini sendiri awalannya yaitu kaldera dari letusan Gunung Sunda 2-3 juta th. waktu lalu. http://cynlib.blogspot.com/

Saturday, October 31, 2015

Berwisata ke Pangalengan Bandung

Rafting pangalengan bandung. Kalau di Ciwidey, ada Situ Patengan, di Pangalengan terdapat Situ Cileunca, juga perkebunan teh Malabar, wisata petik stroberi, pemandian air panas alami, serta rafting pastinya. Jangan lewatkan juga menikmati budaya Sunda setempat di Desa Lamajang. Kawasan ini populer dengan budaya budaya Kampung Cikondang. Di sini kami bisa menikmati seni budaya serta terdapat homestay sambil menikmati kuliner dari hasil pertanian serta peternakan masyarakat desa. Berbagai rumah budaya Sunda berusia ratusan tahun tetap tegak berdiri di desa ini.

Berwisata ke Pangalengan Bandung

Di Pangalengan ada kurang lebih lima rumah budaya Sunda yang umurnya lebih dari 300 tahun. Rumah budaya di Cikondang sekarang tak sedikit diminati wisatawan yang menyukai wisata sejarah. Di Cikalong pula terdapat satu rumah budaya yang setiap Muharram rutin menjadi baginda rumah penyelenggaraan upacara adat“Kukud Taun”.Di rumah budaya Kabuyutan ada satu alat yang bernamagoong rentengyang diketahui tinggal dua serta hanya ada di wilayah Pangalengan.

Sementara Situ Cileunca ada sertaau buatan yang dibuat pada zaman Hindia Belanda untuk pembangkit listips tenaga air (PLTA) serta menyuplai keperluan pengairan, namun juga menjadi magnet bagi pecinta olahraga air semacam perahu tradisional, jetski, serta arung jeram(rafting). Di Palayangan mempunyai 14 jeram menantang yang tepat bagi para pengarung jeram pemula sebab lintasannya tak berbahaya serta arusnya tak terlalu kencang. Perkebunan teh Malabar ramai dikunjungi wisatawan, apalagi hari Sabtu serta Minggu. Perkebunan ini tergolong perkebunan teh tertua peninggalan Hindia Belanda. Di sini kami bisa menonton bangunan-bangunan khas Belanda, tergolong bekas pabrik.

Situs makam Bosscha adalah salah satu sejarah peninggalan Hindia Belanda juga berada di Pangalengan. Kurang lebih 9 km dari Desa Banjarsari, alias 3 km dari perkebunan Malabar di Leuweung Letik. KAR Bosscha adalah arsitek serta pengelola kebun teh Malabar serta sangat betah tinggal Malabar. Bosscha memimpin perkebunan teh Malabar sampai meninggal pada 26 November 1928. Sebelumnya dirinya minta apabila meninggal supaya dimakamkan di antara rerimbunan semak pohon teh di perkebunan Malabar

Monday, October 26, 2015

Keringat Bau Amonia

http://www.obatherbalalami.com/ Keringat terbukti susah dihindari apabila kami tinggal di daerah tropis semacam Indonesia. Namun, terkadang ada orang yang mempunyai aroma keringat semacam amonia. Pola makan dapat sehingga pemicunya.

Bau keringat yang tajam serta membikin mual semacam amonia ini dapat timbul seusai kami beraktivitas di tempat panas alias meperbuat olahraga berat. Namun sebetulnya aroma menusuk itu dapat menjadi tanda bahaya pola makan kami tak sesuai dengan kebutuhan energi tubuh.

"Tubuh kami normalnya memetabolisme karbohidrat untuk menciptakan energi yang diperlukan saat olahraga. Namun apabila kami olahraga berat serta tak lumayan karbohidrat yang diperlukan tubuh, sistem kami bakal merubahnya menjadi metabolisme protein," kata Dr.William Robert, profesor sport serta kedokteran keluarga.

Ketika tubuh memecah protein, amonia merupakan satu satu hasil produknya. Normalnya, liver bakal merubah amonia itu menjadi urea, komponen organik yang bakal dikeluarkan ginjal dalam bentuk urine.
Namun saat kami ketidak lebihan karbohidrat serta merubah protein sebagai sumber energi, liver mungkin tak dapat mengatur semua amonia yang dihasilkan tubuh. http://cynlib.blogspot.com/